Radikal bebas dan Antioksidan

Radikal bebas adalah molekul yang kekurangan atau kelebihan elektron sehingga molekul tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari molekul atau sel lain. Radikal Bebas akan mengambil elektron dari sel tubuh sehingga merusak membran sel, DNA sel tubuh akan berubah, mempercepat penuaan dini dan akan menyebabkan penyakit yang bersifat KRONIS.Radikal bebas didapati dari :

  1. Sisa metabolisme tubuh
  2. Asap Rokok
  3. Sinar UV
  4. Zat Polutan
  5. Zat kimia Makanan, dll

Tubuh manusia menghasilkan antioksidan untuk menetralkan pengaruh Radikal Bebas. Namun terkadang pengaruh dan jumlah Radikal Bebas lebih tinggi dibandingkan dengan zat antioksidannya. Keadaan ini yang disebut dengan STRESS OKSIDATIF.

Antioksidan adalah substansi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menetralisir stress oksidatif dan mencegah kerusakan sel yang ditimbulkan akibat radikal bebas.

Yang termasuk dalam golongan antioksidan :

  1. Pro Vitamin A (ß Karoten)
  2. Vitamin C
  3. Vitamin Q (Coenzim Q10)
  4. Polifenol
  5. α Lipoic Acid
  6. Astaxanthin

Astaxanthin 

ASTAXANTHIN adalah antioksidan kuat dengan aktivitas tertinggi dalam melawan radikal peroksida dibandingkan dengan antioksidan lain (Torolox,α-tocopherol, lutein ß carotene dan lycopene).  Astaxanthin merupakan karotenoid alami yang memiliki kekuatan antioksidan kuat yang luar biasa.

Sumber Astaxanthin:

Sumber Astaxanthin

Forxanthin menggunakan sumber bahan baku dari Haemotococcus Pluvialis karena mengandung konsenterasi Astaxanthin terbanyak dibanding dengan sumber astaxanthin alami lainnya.

Karakteristik molekul ASTAXANTHIN adalah :

  • Antioksidan kuat tanpa menimbulkan ProOxidan
  • Dapat melintasi Blood Brain Barier (Sawar darah Otak)
  • Lipofilik (Larut dalam Lemak)

Astaxantin memiliki manfaat – manfaat sebagai berikut:

  • Sebagai antioksidan kuat dan menjaga kesehatan kulit Dari drafik di bawah dapat dilihat bahwa dengan suplementasi dengan astaxantin selama 6 bulan, dapat meningkatkan kelembapan, elastisitas, dan juga mengurangi kerutan pada kulit.
  •  Menjaga kesehatan mata dan fungsinya untuk pengelihatan Dalam grafik di bawah, ditunjukkan suplementasi dengan astaxantin dapat mengoptimalkan fungsi akomodasi mata dan aliran darah ke retina.
  • Menjaga ketahanan otot dan pemulihan akibat beban kerja pada otot
  • Menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan
Keamanan Astaxanthin :
Astaxanthin baik sebagai ekstrak Haematococcus pluvialis yang sudah dimurnikan maupun sebagai biomassa alga telah dievaluasi pada berbagai penelitian untuk menentukan potensi efek yang merugikan dan genotoksisitas. Astaxanthin secara praktis tidak toksik pada penelitian menggunakan hewan, dengan dosis sampai dengan 18g.
Ekstrak Astaxanthin dosis sampai 2g/kg pada tikus tidak ditemukan adanya tanda-tanda toksisitas. Pada penelitian menggunakan tikus selama 90 hari, tidak ditemukan adanya efek merugikan pada dosis 37,5mg/kg/hari dan 925,9mg/kg/hari. Tidak ditemukan efek toksik pada induk, teratogenik dan embriotoksik pada uji AMES sampai dosis 5000μg/ml. Tidak ditemukan mutagenitas sampai dosis 2000mg/kg. Tidak ditemukan pada toksiksitas pada induk maupun embrio sampai dengan 400mg/kg. Tidak ditemukan efek merugikan pada penelitian reproduksi 1 generasi dengan dosis sampai 400mg/kg pada tikus.
Pada penelitian biomassa manusia, tidak ditemukan efek yang merugikan dengan pemberian 4mg/kg – 40mg/kg Astaxanthin murni / hari. Data ini menunjukkan bahwa tidak perlu dikawatirkan akan tingkat keamanannya bedasarkan analisis haematologi secara keseluruhan dan kuesioner dari subjek.
Pada penelitian akut selama 4 minggu dengan dosis asupan Astaxanthin 30mg/hari tidak ditemukan efek negatif yang merugikan. Pada penelitian subkronis menggunakan dosis 6mg/hari selama 12 minggu tidak ditemukan efek yang merugikan. Berbagai uji klinis Astaxanthin dosis 4-12mg/hari selama 4 minggu dengan menggunakan pemeriksaan darah dan biokimia darah, tidak ditemukan adanya toksisitas.
Forxanthin
 
FORXANTHIN adalah food suplement  yang mengandung anti oksidan kuat yaitu astaxanthin 4mg dan diformulasikan bersama Safflower oil sehingga membentuk Formulasi Astaxanthin Lipid Based. Astaxanthin yang diformulasikan dengan lemak (lipid based) mempunyai bioavaibilitas yang lebih tinggi diabandingkan dengan sediaan astaxanthin dengan formulasi bubuk (powder).
Safflower oil yang terkandung dalam Forxanthin dapat mencegah atrofi kulit, mengurangi kekeringan kulit dan juga dapat mengurangi garis-garis keriput, mampu mengurangi massa lemak dalam otot, mempercepat proses perampingan, menurunkan kadar glucosa darah dan meningkatkan adiponectin (antiinflamasi). Dan sangat significant mampu menurunkan HbA1C , dan meningkatkan HDL cholesterol pada wanita menopose penderita Diabetes Melitus ( 4 minggu).

Komposisi:

Safflower Oil                                                          220.00   mg

Asthaxantin Oil (Asthaxantin 5%)                               80.00     mg

Gelatin                                                                  114.30   mg

Glycerin                                                                 45.70     mg

Dosis yang dianjurkan :
4mg per  hari (1 kapsul)

Efek Samping :

Studi praklinis menunjukkan astaxanthin aman digunakan. Tidak ada efek samping yang berarti

Diproduksi Oleh:

Nikanihon Capsule Co. Ltd.                                                                                                                                                                      Gifu –  Japan

Diimpor Oleh:

PT. Fortune Star Indonesia                                                                                                                                                Jakarta 12310, Indonesia                                                                                                                                           Untuk PT. Fortune Star Global

POM: SI. 104 301 971

sumber  – pnc medical center