TEKNOLOGI memang tak bisa terlepas dari dampaknya terhadap kesehatan.
Ada yang baik dan ada yang buruk, dan masih banyak juga faktor lain
yang mempengaruhinya. Penggunaan komputer sendiri di masa sekarang kian
menjamur, baik di kantor-kantor hingga merambah dunia pendidikan bahkan
rumah-rumah pribadi. Berbicara mengenai radiasi agaknya masih terlampau
jauh karena beberapa penelitian yang sudah dilakukan para ahli belum
memberikan bukti-bukti jelas untuk terlalu takut akan hal ini, dan
sejauh ini sebagian besar riset membuktikan bahwa radiasi dari monitor
komputer masih berada dalam batas yang aman-aman saja bila penggunaannya
tidak terlalu berlebihan. Namun yang paling sering terdeteksi adalah
adanya gangguan yang berhubungan dengan mata seperti mata lelah, pegal,
mata kering, kesulitan menangkap objek hingga sakit kepala yang bisa
disebabkan akibat gangguan tersebut.
Sekilas Mengenai Mata Lelah
Mata lelah, tegang atau pegal adalah gangguan yang dialami mata karena
otot-ototnya yang dipaksa bekerja keras terutama saat harus melihat
objek dekat dalam jangka waktu lama. Otot mata sendiri terdiri dari
tiga sel-sel otot eksternal yang mengatur gerakan bola mata, otot
ciliary yang berfungsi memfokuskan lensa mata dan otot iris yang
mengatur sinar yang masuk ke dalam mata. Semua aktifitas yang
berhubungan dengan pemaksaan otot-otot tersebut untuk bekerja keras,
sebagaimana otot-otot yang lain akan bisa membuat mata mengalami
gangguan ini. Gejala mata terasa pegal biasanya akan muncul setelah
beberapa jam kerja. Pada saat otot mata menjadi letih, mata akan
menjadi tidak nyaman atau sakit.
Ini akan dapat mempengaruhi pandangan yang bisa menjadi samar karena
terganggunya kemampuan untuk memfokuskan, hingga sakit kepala ringan
sampai cukup serius. Seperti dijelaskan tadi, bahwa melihat suatu
objek pada jarak yang sama terus-menerus akan dapat menyebabkan otot-
otot mata menjadi lelah, terutama pada orang yang bekerja dengan jarak
sangat dekat dengan monitor komputer. Beberapa faktor penyebab lain
yang bisa menyebabkan hal ini terutama adalah melihat objek yang
terlalu dekat selama terus menerus, kemudian juga kesahan menggunakan
kaca mata yang tidak sesuai.
Faktor lainnya meliputi pencahayaan yang kurang mendukung, masalah-
masalah alergi atau mata kering dan ketidakseimbangan susunan otot
mata yang akan mengakibatkan mata harus bekerja lebih keras untuk
dapat menangkap objek. Sebuah survei di AS pernah menemukan sekitar
90% pengguna komputer secara kontinu 3 jam sehari rata-rata pernah
mengalami mata lelah.
Mengatur Jarak Yang Nyaman Bagi Mata
Sebagaimana organ tubuh lain, mata juga memiliki keterbatasan
adaptasi dan sangat peka terhadap pengaruh lingkungan sekitar.
Tubuh biasanya akan menyesuaikan berapapun jarak yang dibutuhkan
agar mata dapat melihat secara nyaman. Namun pada kasus-kasus
dimana mata lelah kerap terjadi, posisi monitor komputer merupakan
hal patut diperhatikan pertama sekali. Komputer yang letaknya
tidak dirancang dengan baik akan bisa mengakibatkan posisi tubuh
yang janggal, dan akhirnya berpengaruh pada gangguan-gangguan mata
dalam fungsi penglihatannya. Yang menjadi perhatian dalam hal ini
adalah jarak antara mata dengan monitor komputer. Tidak ada
batasan pasti tentang jarak ini, dan masih banyak faktor lain
yang mempengaruhinya seperti besar monitor, namun para ahli
mematok paling tidak jarak 50-70 cm harus tercapai antara mata
dengan monitor. Ada pula sebagian ahli yang menyimpulkannya dalam
rumus yang didapat dengan mengkalikan lebar diagonal layar dengan
bilangan dua.
Selanjutnya bukan hanya jarak yang penting melainkan juga letak
tinggi monitor komputer. Posisi yang dianjurkan adalah meletakkan
monitor agak lebih rendah dari ketinggian mata, paling tidak letak
bagian tengah monitor antara 10-23 cm di bawah mata. Walaupun
membuat mata sedikit bergerak untuk melihat ke bawah, namun
penelitian sudah membuktikan bahwa mata akan bekerja lebih baik
pada jarak demikian. Dan hal ini dirasakan para ahli lebih baik
ketimbang meletakkan monitor lebih tinggi dari mata yang dapat
memicu kekakuan otot leher, punggung dan bahu. Ini juga yang
membuat mengapa di kebanyakan instansi kini letak monitor adalah
di bawah meja kaca transparan, dan rata-rata pemasangan komputer
meletakkan CPU (Central Processing Unit) yang lebih dikenal awam
sebagai mesin komputer di samping monitor atau di bawah meja.
Jarak dan tinggi kursi juga harus ikut diatur sedemikian rupa
agar telapak kaki tidak menggantung.
Mengatur Pencahayaan Ruangan
Pencahayaan ruangan yang mendukung sudah terbukti akan meningkatkan
produktivitas kerja seseorang, dan yang dianjurkan adalah
cahaya yang tidak terlalu terang maupun redup.Cahaya yang
terlalu terang akan membuat silau dan mengganggu penglihatan,
sementara terlalu redup bisa merusak mata lama kelamaan karena
akan sepenuhnya membuat mata melihat langsung ke sumber cahaya
walaupun tidak sebesar menyaksikan televisi biasa. Bayangan pada
layar monitor juga harus dihindari karena dapat mengurangi
tingkat kontras, apalagi pada background monitor yang berwarna gelap.
Selain lampu, sinar matahari yang masuk melalui jendela dan
menyebabkan rasa silau di seputarnya juga harus dihindari. Pengaturan
pencahayaan ruangan yang baik adalah dengan mengatur letak meja
komputer sehingga sinar terang yang datang dari atas kepala atau
jendela tidak berada di sekitar meja kerja saat melihat monitor.
Posisi meja yang dianjurkan adalah di samping karena bila jendela
terletak di depan akan menyilaukan mata sementara di belakang dapat
menimbulkan bayangan pada monitor komputer Kemudian penggunaan
lampu meja juga sering membuat objek di sekitar monitor menjadi
lebih terang ketimbang cahaya yang keluar dari monitor komputer.
Lampu meja sebaiknya disesuaikan cahayanya sehingga tak langsung
menerpa mata ataupun mengenai layar monitor. Penggunaan lapisan
layar yang lebih lazim disebut antiradiasi sendiri sebenarnya
lebih sering tak bermanfaat untuk mengurangi radiasi tetapi lebih
kepada fungsinya untuk menahan sinar terang dari layar komputer.
Memilih Monitor Komputer
Monitor komputer flat yang sekarang semakin banyak digunakan
juga tak terlalu banyak membantu dalam hal mengurangi radiasi
atau cahaya yang dilihat langsung, tetapi lebih pada tempat
meletakkannya yang lebih praktis. Monitor cukup bila kualitasnya
mencukupi. Gambar yang bagus dan layak pada layar akan membuat
mata bekerja secara efisien dan lebih nyaman. Pixel yang banyak
dan resolusi yang lebih baik akan membantu juga kerja mata,
dan layar komputer yang lebih lebar akan membantu apalagi bila
pekerjaan menuntut kemampuan visual yang tinggi. Untuk monitor
berwarna, yang dianjurkan adalah titik-titik warna yang lebih
kecil (kurang dari 0,28 mm). Jangan juga lupakan kemampuan
pengaturan kontras yang baik, dan hindari debu yang menempel
pada monitor karena dapat menurunkan tingkat kontras. Tampilan
layar yang bergoyang-goyang dan tak stabil juga akan merusak
mata lebih cepat karena memaksa otot-otot mata bekerja lebih
keras dan lebih mudah menjadi lelah atau tegang.
Kedipan Mata Dan Menghindari Mata Kering
Tanpa disadari, sebuah penelitian di AS pernah memberikan
bukti bahwa pengguna komputer ternyata lebih jarang
mengedipkan mata dibanding kedipan normal mata yang terjadi
sekitar 12 kali permenit. Rata-rata yang didapat adalah
hanya 5 kali berkedip permenit saat menggunakan komputer,
padahal mengedipkan mata ini sangat penting untuk mengurangi
resiko mengalami mata kering karena semakin lama mata terbuka
terus menerus akan semakin tinggi kemungkinan kornea mata
untuk mengalami dehidrasi dan bisa merasa panas atau sakit,
terasa seperti ada pasir hingga kelopak mata yang terasa
berat.
Para ahli tadi menganjurkan untuk menggunakan tetes mata
bila hal ini sudah terjadi, dan menghindari penggunaan
lensa kontak atau kacamata saat bekerja di depan komputer
karena dapat mengurangi aliran udara di sekitar bola mata
dan udara yang terjebak di dalam kacamata akan mudah menjadi
lembab, serta meningkatkan kelembaban ruangan bila
memungkinkan. Pada ruangan ber-AC, kelembaban udara umumnya
menurun sehingga kondisi lingkungan yang kering akan
meningkatkan penguapan air mata serta membuat pengguna
lensa kontak akan lebih mudah mengalami iritasi. Solusi
bagi pemakai kacamata sendiri adalah dengan kacamata
khusus yang dipakai untuk bekerja di depan komputer, terutama
bagi pengguna lensa presbiopia. Lensa khusus ini sebaiknya
disesuaikan dengan jarak pandang dan sudut aman mata terhadap
layar monitor. Penggunaan lapisan antirefleksi pada kacamata
di beberapa negara maju telah diteliti mampu mengurangi
kelelahan mata.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan diatas merupakan hal-hal
yang penting bagi pengguna rutin komputer dalam hitungan waktu
yang tinggi dalam hubungannya dengan kesehatan mata dan
gangguan-gangguan yang kerap terjadi seperti mata lelah,
tegang, dan tak jarang kering tersebut. Dan masih ada satu
hal penting yang perlu diingat, bahwa sangat perlu untuk
selalu mengistirahatkan mata walau sebentar di kala bekerja
di depan komputer.
Cara paling umum untuk mengatasi mata lelah selain penggunaan
berbagai obat tetes ini dapat dilakukan dengan memfokuskan
pandangan pada objek yang jauh cukup selama beberapa detik
saja dan sebaiknya ambil waktu setiap 20-30 menit untuk bangun
dan merenggangkan punggung dan leher serta melihat ke sekeliling.
Tindakan-tindakan ini akan bermanfaat sebagai tindakan awal
untuk mencegah ancaman kesehatan mata yang bisa terjadi pada
semua pengguna komputer sebelum pemeriksaan mata secara
menyeluruh pada akhirnya diperlukan bila muncul gejala-gejala
lain yang lebih jauh.