Aku terus berjalan meski hanya melihat lorong sempit tak karuan.
Yang ada hanya gulita wajah fajar nan pekat tanpa cahaya dan semua tampak sirna.
Terbayang pintu2 raja di depan mata kamu celaka! Kamu celaka!
Tapi aku tetap brjalan dan lukaku menangis lucu sedang air mata tertawa karena tangis luka yang jenaka.

BY.PENULIS WARNAPELANGI